Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Sindrom Pra Menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sindrom Pra Menstruasi. Tampilkan semua postingan

Nyeri Perut Tapi Tak Menstruasi


Nyeri di perut pada perempuan biasanya terjadi karena akan mengalami datang bulan alias menstruasi. Namun, pada kondisi tertentu perempuan juga bisa mengalami nyeri perut tapi bukan karena menstruasi. Lantas apa alasannya?

Nyeri perut saat menstruasi atau dikenal juga dengan kram menstruasi merupakan rasa sakit dan kejang di perut bagian bawah serta punggung menjelang atau saat periode menstruasi. Hal ini terjadi karena kontraksi dari lapisan rahim untuk meneteskan lapisan tersebut. Secara medis kram menstruasi disebut dengan dismenore.

Nyeri perut ini biasanya dimulai satu atau dua hari sebelum periode menstruasi dan mereda setelah dua hari periode pertama. Ini adalah premenstrual syndrome (PMS) yang normal bagi kebanyakan wanita.

Namun, bila kram perut ini terjadi bukan karena alasan menstruasi, Anda patut mencurigainya sebagai kondisi yang serius.

Dilansir Buzzle, Minggu (26/12/2010), berikut beberapa alasan bila nyeri perut terjadi tanpa menstruasi:

1. Hamil
Kemungkinan pertama ketika perempuan mengalami nyeri seperti menstruasi adalah hamil. Kram pada awal kehamilan umum terjadi saat otot-otot dinding rahim cenderung kontraksi menciptakan beberapa ruang dalam rahim untuk janin. Namun jika hasil dari tes kehamilan menyatakan negatif, maka kram menstruasi dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan lainnya.

2. Menopause
Ketika mendekati menopause, perempuan cenderung mendapatkan siklus haid yang tidak teratur. Dalam beberapa bulan terakhir, perempuan juga mungkin mengalami kram perut. Ini hanya merupakan indikasi menurunnya tingkat hormon reproduksi dalam tubuhnya.

3. Kista ovarium
Nyeri Perut Tapi Tak Menstruasi

Ada dua bentuk kista yang terbentuk di dalam ovarium, salah satunya adalah kista folikel yang menyebabkan tidak dapat melepaskan telur saat ovulasi dan ukurannya terus meningkat. Kista ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 bulan. Secara umum, ini kista yang tidak ganas, tapi beberapa kasus kista ovarium memerlukan pengobatan.

4. Autoimmune Oophoritis
Hal ini menimbulkan kondisi peradangan yang mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel sendiri. Akibatnya, ovarium menyusut dan mengeras. Produksi hormon reproduksi turun dan bahkan dapat menyebabkan kemandulan. Dalam kondisi ini, perempuan akan mengalami gejala seperti menstruasi tapi tidak ada perdarahan.

5. Stenosis serviks
Kram perut bisa menjadi gejala stenosis serviks, yaitu kondisi pembukaan serviks begitu sempit sehingga cenderung membatasi aliran menstruasi. Gejala yang paling umum adalah menstruasi tidak teratur dengan kram parah pada menstruasi sebelumnya.

6. Kanker ovarium
Salah satu penyebab kram perut diluar masa menstruasi adalah kanker ovarium. Kanker ovarium sangat sulit diidentifikasi karena memiliki banyak kesamaan dengan gejalan masalah kesehatan lainnya yang tidak serius, seperti sindrom iritasi usus besar.

Beberapa gejala umum kanker ovarium adalah nyeri panggul, tekanan di perut bagian bawah, sering ingin buang air kecil, siklus menstruasi yang teratur dan pembengkakan abnormal pada perut. Jika terdeteksi pada tahap awal, kanker ovarium dapat diobati dengan berbagai bentuk pengobatan kanker seperti terapi radiasi, kemoterapi dan lainnya.

Bukan Sekedar Sindrom Haid Biasa, Kalau Gejalanya Seperti Ini

Setiap perempuan pasti mengalami PMS (Premenstrual syndrome) menjelang haid. Tapi jika mengalami 6 gejala ini, maka kondisinya lebih dari sekedar PMS dan sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Para ahli mengungkapkan efek PMS yang biasanya dialami perempuan seperti lebih mudah menangis, gampang marah dan emosi, serta nafsu makan yang meningkat terutama pada makanan manis.

Namun jika gejala yang muncul lebih parah dari itu hingga bisa mengganggu pekerjaan dan kehidupan, ada kemungkinan mengalami lebih dari sekedar PMS atau disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

PMDD adalah kekacauan emosional yang lebih dari PMS, para ahli mengaitkan PMDD dengan insiden lebih tinggi untuk memiliki pikiran bunuh diri. Berikut gejalanya seperti dikutip dari MSNHealth, Kamis (10/5/2012) yaitu:

1. Semua gejala meliputi emosional

PMS biasanya meliputi gejala fisik seperti peyudara nyeri dan kencang, perut kembung yang muncul bersamaan dengan perubahan suasana hati. Tapi jika gejala yang muncul kebanyakan emosional dan mengganggu kehidupan, bisa jadi itu PMDD.

2. Mengalami depresi yang melelahkan

Jika mengalaminya seminggu sebelum menstruasi lalu setelahnya merasa lebih baik, kemungkinan itu PMS.

Tapi jika kondisi ini berlangsung lama dan mengganggu pekerjaan serta hubungan dengan pasangan kemungkinan PMDD.

Namun jika terus menerus dan tidak bisa keluar dari kondisi ini, ada kemungkinan memiliki depresi atau penyakit lain yang mendasari.

3. Sangat mudah marah, cemas dan menangis

Tidak harus depresi untuk memiliki PMDD. Orang yang mudah marah, cemas dan menangis bisa menjadi tanda.

Biasanya ditandai jika sampai ada kekerasan pada orang sekitar ketika marah, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas.

4. Merasa kewalahan dan tidak terkendali

Pekerjaan sehari-hari yang biasanya dapat dikerjakan dengan baik justru menjadi hal yang menyiksa sehingga membuatnya merasa kewalahan.

Beberapa orang bahkan cenderung berteriak dan merasa di satu titik di luar kendalinya.

5. Memiliki masalah dalam hal memori dan konsentrasi

Sebelum menstruasi biasanya orang mengalami sedikit penyimpangan konsentrasi atau memori seperti lupa meletakkan barang atau nama orang.

Tapi untuk PMDD kasusnya lebih serius dan bahkan mengganggu kehidupan, beberapa orang menjadi tidak bisa bekerja dan tidak produktif.

6. Durasi gejala yang muncul

Gejala PMS normalnya akan hilang pada hari pertama atau kedua menstruasi, tapi masih bisa beraktivitas.

Namun jika gejalanya sampai mengganggu hidup dan durasinya lebih lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Jika gejalanya sepanjang bulan maka ada sesuatu yang mendasarinya.(detikhealth)


Cara Terbaik Menghindari Nyeri Haid

Sebelum menstruasi, wanita sering mengalami kram perut, kembung, lelah, dan lesu. Pada beberapa wanita, sangat menyakitkan bahkan mereka tidak ingin melakukan apa pun, terutama kondisi suasana hati juga tidak stabil. Kondisi yang dikenal sebagai sendrom pramenstruasi (PMS) terjadi pada banyak wanita. Tidak hanya sakit fisik yang dirasakan, tetapi juga masalah psikologis seperti depresi. Apapun yang dirasakan, sebaiknya jangan dibiarkan.

Berikut ini ada lima cara yang efektif mengatasi PMS menurut Marilyn Gelnville, Ph.D., pakar kesehatan wanita Inggris, Shona Wilkinson, ahli gizi, dan dr. Pixie McKenna, seperti dikutip Female First.


  •  Tetap aktif. “Wanita yang jarang bergerak cenderung menderita PMS lebih parah daripada mereka yang rutin berolahraga,” kata Shona. Menurutnya, olahraga juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan mempertahankan kestabilan kadar hormon. Termasuk mendorong otak untuk memproduksi lebih banyak hormon ‘bahagia’ atau serotonin dan endorfin yang membantu mengurangi gejala emosional dari PMS. Tentu saja, olahraga tidak langsungmeningkatkan mood. Jika suasana hati memburuk, ambillah suplemen yang mengandung 5-HTP karena daat mengubah secara alami serotonin neurotransmitter, hingga merasa lebih bahagia.
  • Obat herbal. Agnus castus, dikenal juga sebagai chasteberry, merupakan tanaman yang terbuktif efektif untuk mengurangi gejala PMS. Tanaman ini mampu menyeimbangkan aktivitas dari hormon seks wanita, merangsang produksi progesteron yang mengurangi efek estrogen dalam tubuh, faktor kunci munculnya gejala PMS. Dalam tes dari 100 wanita dengan gejala PMS sedang sampai berat, obat herbal yang berisi agnus castus di dalamnya mampu mengatasi masalah emosional saat datang bulan seperti mudah tersinggung, perubahan mood instan. Termasuk, nyeri payudara, kembung, dan kram perut hingga 91% responden.
  •  Hindari kafein. Makanan dapat mempengaruhi bagaimana tubuh mengatasi gejala PMS. Contohnya, kafein meningkatkan kadar estrogen, yang menghasilkan peningkatan gejala PMS. Jadi, hindari terlalu banyak teh, kopi, dan minuman berkafein lainnya ketika Anda sedang memasuki siklus bulanan.
  •  Kurangi makanan berlemak jenuh. “PMS yang menyakitkan dapat dipicu oleh zat yang disebut progstaglandin,” kata Marilyn. Sebagian besar zat prostaglandin baik untuk tubuh, tetapi ada beberapa senyawa zat-zat yang dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit dan kejang otot, yang disebut prostaglandin jahat. Lemak jenuh ditemukan dalam produk hewan, terutama susu, yang mendorong tubuh memproduksi prostaglandin jahat.
  •   Suplemen. Nutrisi, seperti asam lemak omega-3, sangat penting dalam penyediaan bahan baku untuk produksi prostaglandin baik. Multivitamin dengan mineral, vitamin B, vitamin E, seng, dan magnesium juga penitng untuk mengubah omega-3 menjadi prostaglandin baik. Vitamin B dan E juga dikenal sebagai pengurang rasa sakit. Sementara, magnesium dapat meregangkan otot-otot rahim.(intisarionline)


Orgasme, Meringankan Gejala PMS

Sindrom pramenstruasi (PMS) dirasakan oleh hampir semua wanita di dunia. Kondisi ini sangat mengganggu karena dapat menyebabkan wanita menjadi mudah tersinggung, menyebabkan jerawat, dan perubahan mood. Apalagi, wanita mudah sekali marah saat PMS.

Ada banyak cara yang biasanya dilakukan wanita untuk mengurangi rasa sakit selama PMS, salah satunya mengonsumsi makanan yang meredakan kram saat PMS. Kebanyakan orang tidak tahu ada cara yang menyenangkan untuk menangani masalah ini. Diyakini, orgasme dapat menjadi salah satu cara terbaik meredakan gejala PMS.

Meskipun tidak ada penelitian ilmiah yang mendasari ini, tetapi, seperti dikutip oleh situs menstruation, banyak wanita yang mengalami PMS mengalami perubahan setelah menikah. Penyebabnya adalah orgasme. Berdasarkan sifatnya, orgasme pada dasarnya dapat menghilangkan ketegangan, melepaskan energi, stres, kebuntuan, sakit ringan, dan nyeri.

Selama rangsangan seksual sebelum orgasme, tubuh menjadi lebih bersemangat dan meningkatkan tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung. Pembuluh darah dan jaringan di daerah genital diisi oleh darah yang menyebabkan pembesaran klitoris, pembengkakan labia, dan pelumasan vagina. Sebagai puncak kegembiaraan, ada ketegangan pada otot seluruh tubuh yang melewati batas dan dilengkapi orgasme. Selama orgasme, terjadi kejang di berbagai bagian tubuh, termasuk kaki, perut, lengan, dan punggung.

Otot vagina menjadi santai dan kontraksi cepat, sama seperti otot-otot rahim. Kelenjar vagina berair melepaskan sekresi, pelumasan vagina, seperti ejakulasi yang terjadi pada pria. Selain itu, tubuh juga melepaskan endorfin, hormon di otak yang membuat orang merasa bahagia. Endorfin adalah zat yang secara alami terbentuk dalam tubuh untuk menghilangkan rasa sakit. Hormon ini juga membantu mengatur sistem hormon.

Orgasme bekerja dengan baik untuk meredakan gejala PMS. Orgasme dapat melepaskan stres dan ketegangan yang digerakkan oleh kontraksi otot rahim. Endorfin dilepaskan dapat mengurangi nyeri haid. Sekarang Anda memiliki metode baru untuk menghindari gejala PMS, cobalah dan buktikan sendiri.(intisarionline)


5 Makanan Pereda Kram Perut Saat PMS

Menstruasi bisa sangat tidak nyaman bagi wanita karena mereka sering mengalami nyeri selama siklus bulanan itu. Tidak hanya bagi para wanita yang mengalaminya, tetapi juga untuk orang lain di sekitarnya, karena seringkali wanita mudah marah saat PMS.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American College of Obstericians and Gynaecologist, diketahui hampir 85% wanita mengalami Pre Menstrual Syndrome (PMS) selama hidup mereka. Selain merasa sakit kepala, kembung, kemurungan dan kelelahan, banyak wanita mengalami nyeri perut saat PMS.

Kebanyakan wanita pun sudah tahu, olahraga merupakan cara efektif untuk menghilangkan rasa sakit selama PMS. Sebenarnya, ada metode lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat PMS. Salah satunya, dengan melakukan diet. Bagaimana Anda memilih makanan yang dimakan adalah faktor kunci untuk menghindari sakit saat PMS.

Beberapa makanan yang perlu dihindari adalah makanan dengan kadar natrium tinggi, gula, lemak, dan yang mengandung zat aditif. Makanan ini biasanya ditemukan dalam produk berkafein, keju, dan alkohol. Menurut Sheknows, ada beberapa makanan yang memiliki manfaat untuk menghilangkan rasa sakit selama PMS, seperti berikut ini.
  1. Jus nanas. Kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi rahim yang membantu tubuh melepaskan lapisan rahim. Bromelain dalam jus nanas membantu mengendurkan otot-otot, sehingga rasa sakit bisa dihindari. Bromelain sendiri diekstrak dari batang nanas, yang diduga memiliki efek anti-inflamasi. Berdasarkan penelitian di laboratorium, bromelain juga mengandung bahan kimia yang mungkin mengganggu pertumbuhan sel tumor dan memperlambat pembekuan darah.
  2. Biji labu. Kandungan mineral dan seng dalam biji labu bisa menghilangkan rasa sakit di perut. Bahan makanan lain yang mengandung seng adalah makanan laut, daging yang tinggi lemak, dan kacang. Biji labu dan kacang-kacangan juga mengandung banyak vitamin E, yang akan membantu mengurangi peradangan pada lambung.
  3. Sandwich selai kacang. Vitamin E dalam selai kacang dan vitamin B pada roti dapat membantu mengikis kram perut. Vitamin B dalam roti diperoleh dari tepung yang terbuat dari gandum. Lebih baik bila yang digunakan adalah roti gandum, bukan hanya sekadar roti putih.
  4. Tuna. Mengganti lemak jenuh dengan lemak sehat seperti omega-3 juga menjadi solusi bila mengalami kram perut selama PMS. Protein dalam ikan tuna juga dapat menstabilkan gula darah dan mengurangi nafsu makan.
  5. Lobak. Sayuran berwarna putih ini merupakan sumber vitamin E dan C yang dapat mengurangi peradangan. Kandungan kalsium dan mineral lain di dalamnya juga dapat mereakan gejala PMS.(Intisari-Online)






Benarkah PMS Bisa Menyebabkan 'Bad Mood'?

Sindrom pra-menstruasi atau biasa disebut PMS bisa menyebabkan bad mood? Belum tentu! Para peneliti dari sekolah kedokteran di Universitas Toronto mengklaim bahwa PMS sering dijadikan kambing hitam ketika siklus menstruasi.

"PMS bukan tidak nyata, tetapi terlalu dikaitkan dengan siklus menstruasi. Akibatnya, masyarakat dirugikan secara medis dan memunculkan masalah kesetaraan gender," kata Dr Sarah Romawi dan timnya, seperti dilansir New York Daily News, (19/10).

Dalam review yang dipublikasikan dalam jurnal Gender Medicine pekan lalu, para peneliti menganalisis 47 studi yang berhubungan dengan PMS. Mereka pun menyimpulkan bahwa tidak ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa PMS dapat merusak suasana hati.

Sementara studi lainnya menemukan adanya hubungan antara PMS dan suasana hati selama siklus menstruasi, tidak ada pola yang jelas mengenai pengaruh PMS terhadap suasana hati. Namun, kadang-kadang tidak ada hubungan sama sekali antara PMS dan suasana hati.

Saat wanita marah, pria sering kali meledeknya sedang PMS. Pada kenyataannya, PMS tidak selalu mempengaruhi suasana hati ketika siklus menstruasi. Ada banyak faktor yang membuat Anda merasa tidak bersemangat ketika menstruasi. Salah satunya adalah nyeri atau kram perut, yang cukup menyiksa.(merdeka)



5 Makanan Bernutrisi untuk Atasi Gejala PMS


Sakit yang dirasakan wanita saat masa PMS (Pre Menstrual Syndrome) tentu sangat mengganggu dan menyakitkan. Saat ini sudah banyak obat yang bisa digunakan untuk mencegah rasa sakit karena PMS. Namun, sebelum mengonsumsi obat-obat itu, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan bernutrisi yang bisa membantu meredakan gejala PMS. Berikut adalah beberapa makanan yang disarankan Joy Bauer untuk Anda.

1. Yogurt
Yogurt yang rendah lemak akan memberikan Anda asupan kalsium yang cukup selama masa pra-menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan wanita kekurangan kalsium saat masa ovulasi, sehingga menambahkan asupan kalsium tentu bisa membuat perbedaan pada gejala sakit yang Anda alami sebelum masa menstruasi.

2. Ikan
Karena tubuh Anda tak bisa menyerap kalsium secara maksimal tanpa bantuan vitamin D, maka sangat penting untuk menambahkan makanan yang banyak mengandung vitamin D saat Anda mengalami gejala pra-menstruasi. Beberapa ikan, termasuk salmon, sarden, dan ikan hering merupakan makanan yang kaya vitamin D. Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin D bisa mengurangi risiko sakit pra-menstruasi sampai 40%.

3. Kacang
Kacang-kacangan kaya akan magnesium yang dapat membantu menjaga aktivitas serotonin yang bisa memperbaiki mood. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami PMS memiliki kadar magnesium yang rendah.

4. Kacang arab
Kacang arab, atau disebut juga garbanzo beans kaya akan nutrisi yang bisa membantu mengurangi gejala pra-menstruasi. Kacang arab mengandung magnesium, vitamin B6, dan mangan yang membantu mengurangi iritasi, depresi, rasa sakit pada payudara, serta meningkatkan mood. Anda bisa menggunakan kacang arab pada sop dan salad.

5. Brown rice
Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks memiliki kadar magnesium, vitamin B6, dan mangan yang tinggi. Ini bisa meningkatkan mood Anda dan mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks antara lain adalah brown rice, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

Jika Anda sedang menjalani masa-masa pre-menstruasi dan merasakan gejala PMS, tak ada salahnya mulai mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi di atas untuk mengurangi gejala PMS Anda.(merdeka)



4 Cara terbaik atasi PMS

PMS adalah pre-menstruation syndrome atau sindrom pra-menstruasi yang biasanya dialami oleh beberapa wanita yang sedang mengalami siklus rutin menstruasi setiap bulannya. PMS biasa ditandai dengan adanya gangguan kesehatan seperti pusing, depresi, perasaan sensitif yang berlebihan, dan juga rasa nyeri pada bagian perut.

PMS sering dianggap menjadi salah satu hal yang mengganggu aktifitas harian wanita, namun ternyata ada cara terbaik untuk mengatasinya. Apa saja cara-cara tersebut? Simak daftarnya seperti yang dilansir dari Fitness Magazine (22/03) berikut ini.

Asupan magnesium
Para peneliti dari University of Reading in England menemukan fakta bahwa dengan memberi asupan magnesium ketika mengalami PMS, maka tubuh akan mampu mengurangi penyimpanan air dalam perut dan mencegah kembung. Para ahli tersebut juga merekomendasikan untuk mengonsumsi 400 sampai 800 miligram magnesium setiap hari untuk membuat perut terasa lebih nyaman ketika PMS.

Banyak bergerak
Meskipun rasa malas atau nyeri membuat Anda enggan untuk bergerak, namun dengan berolahraga akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan membuat perasaan lebih baik. Selain itu, berolahraga atau banyak bergerak akan meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh yang mampu mengurangi rasa sakit yang dialami.

Makan biji gandum
Jangan terlalu banyak mengonsumsi cokelat ketika menstruasi, karena hal itu akan membuat kadar gula dalam darah Anda naik turun dan tidak stabil. Hindari juga makanan putih (seperti ini) agar Anda merasa lebih baik karena jumlah gula tetap stabil. Sebagai gantinya, konsumsi makanan rendah gula seperti biji gandum agar perasaan Anda pun lebih nyaman.

Coba akupunktur
Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Complementary and Alternative Medicine, hampir 40% wanita dewasa yang mengalami PMS menjalani akupunktur untuk meredakan gejala PMS mereka. Namun Anda juga bisa menggunakan jasa pijat apabila akupunktur susah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.

Coba aplikasikan keempat cara tersebut di atas untuk meredakan gejala PMS yang Anda alami ketika menstruasi! (merdeka)




Entri Populer

Pengalaman Ibu Rita

Saya mengalami hipermenore yang cukup parah. Tiap haid, perdarahannya banyak dan berlangsung lama. Tepatnya antara bulan Januari - Februari 2009, saya mengalami perdarahan haid yang over banyak dan berlangsung selama 1 bulan, sampai-sampai harus masuk RS lantaran anemia. “Hb-ku drop hingga level 6, dan harus menjalani transfusi darah”.

Pada April 2009, saya kembali mengalami hipermenore, perdarahan haidnya sudah berlangsung selama 3 minggu. Saat browsing di internet, saya menemukan website FEMONA Setelah berkonsultasi selanjutnya saya memutuskan untuk mengkonsumsi FEMONA saat itu juga.

Selama minum FEMONA dengan dosis 6 kapsul/hari. Secara bertahap hari demi hari perdarahannya terus berkurang secara signifikan dan akhirnya berhenti total pada hari keempat. Sejak itu saya terus konsumsi FEMONA dengan dosis pemeliharaan kesehatan (2 kapsul/hari), dan hingga saat ini saya tidak pernah mengalami hipermenore lagi. (Rita Marinna,36 th, IT-Application Developer, Jakarta)

Pengalaman Ibu Linda

Tiga tahun lebih siklus menstruasi saya tidak teratur. Haid saya datangnya 3- 4 bulan sekali, bahkan pernah sampai 6 bulan. Saya sudah coba periksa ke dokter, dan hanya haid kalau minum obat dari dokter. Tapi setelah obatnya habis, haid saya kacau lagi. Sampai akhirnya pada 15 Februari 2009, saya mulai konsumsi Femona.

Setelah 13 hari minum Femona secara rutin setiap hari dengan dosis @ 2 kapsul setiap pagi dan sore, akhirnya saya dapat haid lagi. Selama 3 hari pertama haid, darah yang keluar banyak sekali tapi selanjutnya normal. Sejak itu , siklus haid saya normal hingga sekarang. (Linda, 28 th, karyawati, Bandung)

Pengalaman Ibu Dona

Saya sudah 20 tahun mengalami PMS. Setiap menjelang haid, saya selalu mengalami berbagai gangguan seperti perut mual, kepala sakit, badan lemas, pinggang nyeri dan pegal-pegal serta emosi labil. Sudah 20 tahun juga saya mengalami nyeri haid yang cukup parah yang kadang-kadang membuatnya sampai pingsan. Selama itu pula saya lebih banyak mengandalkan obat-obat pereda sakit untuk mengatasi penderitaan akibat berbagai gangguan menstruasi yang dialaminya.

Persis seminggu menjelang haid, saya mulai konsumsi FEMONA dengan dosis 3 x 1 kapsul/hari. Setelah konsumsi FEMONA, hari demi hari saya merasakan perubahan yang signifikan dalam tubuh. Secara bertahap gejala-gejala PMS mereda dan akhirnya hilang. Kemudian saat mulai perdarahan haid, saya meningkatkan dosis konsumsi FEMONA hingga 2 x 2 kapsul /hari. Dan hasilnya adalah nyeri haid parah yang biasa dialami sudah tak terasa lagi. (Ibu Donna, 39 th, wiraswastawati, Medan)